Make your own free website on Tripod.com

FIZKIDS Space

Home

About FIZKIDS | FIZ Photo Album | FIZ Artikel | FIZ Scientist | FIZ Humor | FIZ Humor | FIZ Link | Contact Me
FIZ Humor


Anda memasuki kawasan wajib senyum.
Tersedia humor-humor segar di sini.
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.
Hidup Ketawa Mati Ketiwi

Humor Pertama

TEBAKAN TINGKAT TINGGI

Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan panjang di pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si programmer duduk gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer membangunkan engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang malas cuma menggeleng dan mencoba kembali tidur.
"Ayo dong," desak si programmer, "Kita pakai taruhan. Yang kalah bayar sepuluh ribu ke yang menang." Si engineer masih menolak dengan halus.

"Begini saja," kata programmer, "Kalau aku nggak bisa jawab pertanyaanmu, aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab pertanyaanku, kamu bayar sepuluh ribu saja."

Si engineer bosan diganggu, dan terpaksa setuju. Maka si programmer mengajukan pertanyaan pertama, "Berapa jarak dari Matahari ke planet Pluto?" Si engineer langsung menyerah dan menyerahkan sepuluh ribu rupiah.

Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari engineer. Maka si engineer bertanya, "Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun dengan lima kaki?"

Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia membuka notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet. Masih gagal, ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk menanyakan soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab.

Putus asa, ia menyerahkan seratus ribu rupiah ke engineer yang masih terkantuk-kantuk. Si engineer tenang menerimanya dan memasukkannya ke saku.

Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan bertanya lagi, "Jadi, apa jawabannya?"

Dengan malas, si engineer menggelengkan kepala, mengeluarkan sepuluh ribu rupiah, menyerahkannya ke si programmer, lalu tidur lagi.



Humor Kedua